03 November 2015

Tentang kesesatan wahabi

Waktu saya kecil, saya dilarang dekat-dekat dengan masjid yang katanya masjid Muhammdiyah, karena kebetulan keluarga saya adalah keluarga besar NU, bahkan kakek saya seorang anggota GP Anshor yang sangat fanatik. Gambaran fanatiknya kira-kira seperti ini, saat itu encang saya diajak latihan drum band, dan kakek saya mengetahui. Lalu habislah seragam drumbandnya dibakar katanya mainan orang kafir. Dulu sampai seperti itu orang NU fanatiknya. Bahkan sampai akhir hayatnya kakek dan nenek saya tidak pernah mau makan bakso, karena katanya bakso buatan orang kafir dan mengandung babi.

Setelah saya besar, lagi-lagi dilarang mendekati orang-orang Wahabi. Yang dijuluki Wahabi biasanya orang-orang Salafi dan kalau partainya ya PKS. Masa wahabi berdemokrasi?!

Dulu Muhammadiyah, sekarang Wahabi, sepertinya ada yang selalu menghembuskan isu ini untuk memecah belah ummat Islam. Karena baik NU, Muhammadiyah, PKS dan Salafi adalah sama-sama aswaja namun hanya ada perbedaan di furru'iyyah saja. Mungkin artikel berikut bisa memberikan pencerahan kepada kita semua yang saya kutip dari panjimas.com:

JAKARTA (Panjimas.com) – Sekjen Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS), Ustadz Abdul Harits, Lc mengimbau kepada kaum Muslimin agar berhati-hati dengan propaganda aliran sesat Syiah.

Selama ini, para penentang Syiah selalu dituduh sebagi pengikut ajaran Wahabi. Padahal, ada pemahaman yang perlu diluruskan terkait Wahabi.

Menurutnya, aliran Wahabi memang disepakati kesesatannya oleh para ulama. Namun Wahabi yang dimaksud adalah Abdul Wahab bin Rustum, yang memiliki pemahaman sesat khawarij.
“Aliran Wahabi ini sesat, yang dimaksud oleh para ulama, sudah sepakat bahwa yang dimaksud aliran Wahabi adalah Abdul Wahab bin Rustum yang dia ini adalah sesat dan muncul di awal abad ke 3 hijriah,” kata Ustadz Abu Harits di Kantor FIPS, Jalan Tebet Utara III D, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/10/2015).

Ustadz Abu Harits membantah, bila para penentang aliran sesat Syiah selalu dituding sebagai Wahabi. Menurutnya, antitesa tersebut salah besar.

“Terkait upaya menentang Syiah lalu kemudian dituduh sebagai Wahabi ini jelas salah dan ini adalah propaganda buruk. Jadi ini antitesa yang salah,” ujarnya

Ia juga mengimbau kepada kaum Muslimin jangan sampai terpengaruh dan tertipu oleh propaganda busuk seperti ini.

Sebab sikap Ahlus Sunnah senantiasa memurnikan pemahaman sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta menentang kesesatan.

“Ahlussunnah wal jamaah telah memposisikan dirinya yang senantiasa berpaham kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus shalih. Ketika ada upaya untuk memurnikan Islam sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, ini adalah pemahaman Ahlus Sunnah yang sebenarnya, bukan Wahabi,” jelasnya.

Lebih lanjut Ustadz Abu Harits menjelaskan, bila tudingan kesesatan Wahabi dialamatkan kepada Syaikh Muhmmad bin Abdul Wahab, itu adalah kesalahan besar. Sebab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab merupakan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

“Yang harus diberikan pemahaman kepada masyarakat bahwasanya Wahabi itu merujuk kepada Abdul Wahab bin Rustum yang memiliki kesesatan, bukan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi yang mana beliau adalah ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, karya-karya beliau pun diakui oleh seluruh kaum Muslimin di dunia. Jadi tidak benar jika dikatakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab itu berpemahaman Wahabi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada Tokoh Sentralnya, Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi ini merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada Ahlus Sunnah,dan sangat jauh dari Islam.

Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme, kaum munafikun dan Syiah Rafidhah memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. [AW]
---
sumber: http://panjimas.com/news/2015/11/01/ulama-sepakat-wahabi-sesat-siapakah-wahabi/

Lalu kalau kita anggap ulama Arab adalah wahabi semua, kemana kita akan pergi haji? Bukankah berimam dengan orang yang kita ragukan keislamannya tidak boleh?

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)