11 February 2017

Spirit 212 Bangkitkan Potensi Ummat Secara Politik dan Ekonomi

aksi damai 212
Gambar: unjkita.com
Aksi-aksi damai yang dilakukan ummat Islam banyak menarik perhatian khalayak. Aksi dengan massa yang jumlahnya luar biasa, tentu terlalu naif jika ada yang mengatakan bahwa massa sebanyak itu digerakan dan didanai hanya oleh tokoh politik. Jika memang demikian, saya menantang tokoh politik lainnya khususnya yang sedang berkuasa untuk menggerakan massa sebesar itu juga, apakah mampu? Jika tidak, berarti tuduhan anda kosong belaka karena memang anda tidak tahu apa-apa.

Saya sendiri jujur mengatakan bahwa tidak satupun dari aksi-aksi itu saya hadir, namun demikian saya termasuk yang menilai positif aksi-aksi damai tersebut. Jumlah massa yang banyak dari ujung timur sampai ujung barat Indonesia, mereka bergerak serentak menuju satu titik di republik ini, mulai dari orang biasa sampai sosialita dan artis pun ikut turun meramaikan aksi tersebut. Logistik dengan sekala besar dikeluarkan, berapa ribu liter beras dimasak, berapa telur, daging, ayam, tempe, tahu dan lainnya dibuat untuk dibagikan. Tiket pesawat, tiket kereta, tiket bus, belum lagi carter bus parwisata bahkan sampai ada yang mencarter pesawat. Semua dilakukan demi siapa? Tokoh politik? Paslon Pilkada? Parpol atau ormas tertentu? Habib Rizieq? Ulama? Tidak, semuanya tidak! Mereka melakukan itu karena ada kesadaran iman mereka bahwa agama mereka dinistakan, mereka melakukannya karena Allah.

07 February 2017

Bahagia Di Hari Tua, Bukan Hanya Milik Pegawai

 Lomba Blog BPJS Ketenagakerjaan
Memiliki pekerjaan yang bagus dengan penghasilan yang mencukupi adalah dambaan setiap pencari kerja. Jenjang karir yang jelas, pangkat dan penghasilan yang terproyeksi, serta adanya jaminan hari tua dan jaminan pensiun disaat usia kita sudah tidak produktif lagi merupakan nilai plus yang sangat diidamkan. Maka, tidak heran jika lowongan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai perusahaan bonafid seperti BUMN selalu penuh dengan antrian para pelamar kerja. Dua pekerjaan ini memang dianggap paling memberikan jaminan kesejahteraan bagi pekerjanya bahkan sampai di usia tua nanti.

Tapi tidak semua orang bisa mendapatkan keberuntungan seperti itu, salah satunya adalah saya yang hanya bekerja sebagai tenaga honorer dilembaga pendidikan dasar milik pemerintah. Lebih dari 10 tahun saya mengabdi, dan karena statusnya hanya tenaga honorer tanpa perjanjian kerja, maka tidak ada sistem penggajian sesuai masa kerja, jenjang karir yang jelas, dan kesejahteraan yang memadahi. Apalagi perlindungan jaminan sosial disaat saya sudah tidak mampu bekerja baik karena kecelakaan maupun ketika memasuki usia non produktif, tentu itu bukanlah sesuatu yang bisa saya impikan apalagi dapatkan.

20 January 2017

Lagi ramai berita anggota ormas disangka melecehkan Merah Putih

Lagi ramai berita anggota ormas disangka melecehkan Merah Putih
Sedang ramai berita tentang pelecehan bendera Merah Putih, bendera kebanggaan bangsa Indonesia, yang dilakukan oleh peserta aksi dari Front Pembela Islam. Dimana ada sebuah bendera Merah Putih yang dikibarkan namun dalam bendera tersebut terdapat tulisan Arab dan gambar 2 pedang bersilang. Entah apa tulisannya, tapi sepertinya kalimat Tauhid, kalimat tertinggi yang diyakini oleh ummat Islam.


Di Indonesia, memang sangat tidak dibolehkan untuk melakukan hal yang dianggap melecehkan lambang negara, aturan itu tertuang dalam UU no. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Berikut pasal-pasalnya:

Pasal 24 a jo Pasal 66

Setiap orang dilarang: (a) merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00

15 January 2017

Investasi Reksa Dana, Semua Orang Bisa Jadi Investor

Blogging Competition – Reksa Dana Online DIM, Investasi Aman dan MudahSaat pertama kali saya mengenal investasi reksa dana, satu hal yang ada dipikiran saya, ribet ! Mengapa? Bayangkan, kalau mau topup atau menyetorkan dana, saya harus datang ke agen penjual reksa dana, mengisi aplikasi, lalu menyetorkan uangnya melalui teller. Begitupun ketika saya ingin me-redeem alias menjual kembali reksa dana, harus datangi agen penjual, mengisi aplikasi, dan kalau jumlah reksa dananya yang dijual cuma sedikit, agak malu-malu gimana gitu. Kelihatan banget lagi butuh uang sampai jual reksadana segala ! Maklum, setiap transaksi harus bertemu karyawan agen penjual reksa dana tersebut.

Namun kini, hampir semua layanan menjadi serba elektronik dan online. Ada toko online, tiket online, bahkan cari jodoh pun online. Perubahan ini juga merubah cara berinvestasi reksa dana yang awalnya investasi offline menjadi investasi online. Yang dulunya harus bertatap muka, sekarang cukup duduk di depan laptop atau menggunakan smartphone yang terkoneksi internet kita sudah bisa melakukan investasi online reksa dana serta terus memantau pertumbuhannya dengan aman dan mudah.

Blogging Competition – Reksa Dana Online DIM, Investasi Aman dan Mudah

29 December 2016

Family Touring

family touring
Kebetulan kemarin dari tanggal 24 - 26 Desember dapat libur 3 hari yang menurut saya harus dimanfaatkan untuk nyenengin keluarga. Maklum, sebagai tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah, justru saya susah dapat libur karena banyak megang kerjaan alias borongan. Disaat beberapa PNS sudah menikmati libur akhir tahun. Nah ini ada kesempatan, rencana sih mau ajak jalan ke puncak Bogor, karena dalam 2 bulan terakhir saya sudah bolak-balik ke puncak untuk urusan kerjaan, istri kepingin juga diajak ke puncak, mau beli oleh-oleh di depan hotel Parama.

Okelah kita ke puncak, kebetulan 2 hari sebelumnya saya habis ada acara menginap di Hotel Pesona Anggraini, pulang istirahat sehari, kemudian berangkat lagi kali ini dengan istri, anak saya yang berusia 6 tahun dan adiknya yang baru berusia 3 bulan. Naik apa? Naik motor Honda Fit X 100cc keluaran tahun 2008. Apa kuat ya motor yang sudah cukup tua dengan mesin kecil dinaiki 4 orang untuk nanjak di puncak? Mengingat berat saya dan istri diatas 70Kg, belum beban tas berisi pakaian karena berencana mau menginap semalam disana. Memang sih motor belum pernah turun mesin dan bagian dalam mesinnya masih "perawan ting-ting." Mulai dari rantai kamprat, kanvas kopling, dan lainnya masih orisinil dari pabriknya. 

Si Jangkrik (motor saya) saya persiapkan, saya cuci dulu malam sebelum berangkat. Starternya saya perbaiki, selama ini starter error dan ternyata bukan dinamonya yang rusak ataupun akinya yang soak, tapi tombolnya yang sudah terlalu tua, jadi getas. Masa di puncak mau menghidupkan mesin harus pakai engkol?