14 June 2017

Keajaiban Lalat dan Olok-olok Orang Jahil

lalat
Gambar: haedarrauf.wordpress.com
Sulitnya berbicara dengan orang yang suka menjadikan Islam sebagai bahan olok-olokan. Pernah di medsos ada seorang yang mengolok-olok hadits Nabi Muhammad SAW tentang menenggelamkan lalat kedalam minuman ketika ada lalat yang tercebur kedalam tempat minum kita. Hadits tersebut adalah sebagai berikut:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat” (HR. Al Bukhari)

Hadits ini menjadi olok-olokan orang yang dengki dan tidak mau berpikir. Mengapa? Okelah kalau di Indonesia, atau ditempat yang banyak air, ketika gelas kita tercebur lalat, apa yang kita lakukan? Buang saja airnya, ganti yang baru. Kalau tidak mau mubazir, siram ke tumbuhan biar tetap bermanfaat.

12 June 2017

Di Era Jokowi, Pancasila Lebih Banyak Dibenturkan Dengan Ummat Islam

Gambar: sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id
Sengaja saya menuliskan artikel ini sehari setelah Pemerintahan Jokowi merayakan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2017. Alasannya, saya tidak ingin menambah materi perdebatan di tengah publik yang memang sedang riuh di tengah terjadinya degradasi makna Pancasila dalam tataran implementasi, namun sangat subur dan surplus dalam tataran kata-kata serta simbol-simbol yang sesungguhnya tak berguna sama sekali karena justru mendegradasi Pancasila itu sendiri.

Perdebatan tentang mengapa Hari Lahir Pancasila ditetapkan 1 Juni pun belum usai, meski Presiden Jokowi telah menetapkanya lewat sebuah keputusan, bahkan menetapkan 1 Juni sebagai hari libur Nasional. Maka Pancasila semakin kehilangan makna karena jejaknya pun mulai dihapus dan diganti di tengah perjalanan sejarah bangsa.