14 August 2017

Habib Husein Al-Mutahar, Pencipta Lagu Hari Merdeka

H. Mutahar
Gambar: majeliswalisongo.com
Selama ini kita hanya mengenalnya sebagai H. Muthahar, pencipta puluhan lagu wajib nasional. Ternyata beliau adalah seorang habib, keturunan Rasulullah SAW. Nama lengkapnya adalah Habib Muhammad Husein Muthahar, paman dari Habib Umar Muthahar Semarang. Beliau juga dikenal sebagai penyelamat bendera pusaka asli (saat Agresi Militer Belanda II) dan pendiri Paskibraka.

Habib Muhammad Husein Muthahar adalah seorang komponis lagu Indonesia yang hebat. Habib yang dikenal dengan nama H. Mutahar ini telah menghasilkan ratusan lagu Indonesia, seperti lagu nasional Hari Merdeka, Hymne Syukur, Hymne Pramuka, Dirgahayu Indonesia Ku, juga lagu anak2 seperti Gembira, Tepuk Tangan Silang-silang, Mari Tepuk dan lain-lain. Lagu Hari Merdeka dan Hymne Syukur adalah salah satu lagu fenomenal yang diciptakan oleh Habib Muhammad Husein Muthahar.

Terkait penciptaan lagu Hari Merdeka, ada satu cerita yg menarik. Ternyata inspirasi lagu Hari Merdeka ini muncul secara tiba-tiba saat beliau sedang berada di toilet salah satu hotel di Yogyakarta. Bagi seorang komponis, setiap inspirasi tidak boleh dibiarkan lewat begitu saja. Beliau pun cepat-cepat meminta bantuan Pak Hoegeng Imam Santoso (Kapolri pada 1968–1971). Saat itu Pak Hoegeng belum menjadi Kapolri.

13 August 2017

Toko Online, Gak Cuma Belanja Tapi Juga Bisa Nabung Emas

BukaEmas
Ketika mendengar kata toko online, pasti yang terpikir oleh kita adalah belanja yang mudah dan praktis. Bagaimana tidak mudah, cukup melihat barang dari gadget kita, lalu melakukan pemesanan dan membayarnya maka beberapa hari kemudian barang sudah sampai kerumah kita.

Tapi ada toko online yang juga memberikan layanan tidak hanya untuk membeli dan menjual produk, namun dilengkapi fitur investasi, yaitu Bukalapak.com. Di Bukalapak.com ini ada dua pilihan investasi yaitu BukaReksa untuk investasi reksadana dan BukaEmas untuk investasi emas dengan cara menabung emas. Yang hebatnya mulai dari lima ribuan rupiah (setara dengan 0,01 gr emas) kita sudah mulai bisa mengkonversi rupiah kita menjadi emas.

Cara menabung emas di BukaEmas cukup mudah, yang pasti anda harus punya akun dulu di Bukalapak.com. Setelah itu anda harus mengisi saldo BukaDompet anda. Nah kalau saldo BukaDompet anda sudah terisi, mulailah anda bisa membeli emas.

14 June 2017

Keajaiban Lalat dan Olok-olok Orang Jahil

lalat
Gambar: haedarrauf.wordpress.com
Sulitnya berbicara dengan orang yang suka menjadikan Islam sebagai bahan olok-olokan. Pernah di medsos ada seorang yang mengolok-olok hadits Nabi Muhammad SAW tentang menenggelamkan lalat kedalam minuman ketika ada lalat yang tercebur kedalam tempat minum kita. Hadits tersebut adalah sebagai berikut:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat” (HR. Al Bukhari)

Hadits ini menjadi olok-olokan orang yang dengki dan tidak mau berpikir. Mengapa? Okelah kalau di Indonesia, atau ditempat yang banyak air, ketika gelas kita tercebur lalat, apa yang kita lakukan? Buang saja airnya, ganti yang baru. Kalau tidak mau mubazir, siram ke tumbuhan biar tetap bermanfaat.

12 June 2017

Di Era Jokowi, Pancasila Lebih Banyak Dibenturkan Dengan Ummat Islam

Gambar: sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id
Sengaja saya menuliskan artikel ini sehari setelah Pemerintahan Jokowi merayakan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2017. Alasannya, saya tidak ingin menambah materi perdebatan di tengah publik yang memang sedang riuh di tengah terjadinya degradasi makna Pancasila dalam tataran implementasi, namun sangat subur dan surplus dalam tataran kata-kata serta simbol-simbol yang sesungguhnya tak berguna sama sekali karena justru mendegradasi Pancasila itu sendiri.

Perdebatan tentang mengapa Hari Lahir Pancasila ditetapkan 1 Juni pun belum usai, meski Presiden Jokowi telah menetapkanya lewat sebuah keputusan, bahkan menetapkan 1 Juni sebagai hari libur Nasional. Maka Pancasila semakin kehilangan makna karena jejaknya pun mulai dihapus dan diganti di tengah perjalanan sejarah bangsa.